Principle of Horizontal Separation in Registration of the Former Western Rights Land as the Object of Afwezigheid

Yulita Dwi Pratiwi

  Abstract


The Job Creation Law affects some policy changes in agrarian sector. For instance, the promulgation of Government Regulation No 18 of 2021 (GR 18/2021) regulates that former western rights land are adjusted to state land. However, some former western rights land have not been converted until now. It results in legal uncertainty over the land status, especially land or building juridically belong to the person declared absent (afwezigheid) yet owned by legal subjects. This study aims to analyze the land rights registration of former western rights land after the Job Creation Law. Besides, it analyzes the implementation of horizontal separation principle in the land rights registration of former western rights land and buildings, that are the object of afwezigheid. This study is legal research applying statute, historical and conceptual approaches. Based on the study, people who possessed former western rights land are the main priority in applying for land rights regarding to GR 18/2021 article

95. Meanwhile, those who only occupy the land and building have to get afwezigheid court decision of the former western rights land owner. Afterwards, they follow the object buying process with the principle of horizontal separation through Probate Office and submit land rights application at the land registry office.


  Keywords


state land; absence; horizontal separation principle; probate office

  Full Text:

PDF

  References


Achmad, Mukti Fajar ND dan Yulianto. Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2017.

Ahmad Ulil Aedi, Sakti Lazuardi, Ditta Chandra Putri. “ARSITEKTUR PENERAPAN OMNIBUS LAW MELALUI TRANSPLANTASI HUKUM NASIONAL PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG (Architecture of the Application of Omnibus Law Through National Legal Transplantation Formation of Law).” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 14, no. 2 (2020): 1–18.

Apriansyah, Nizar. “Peran Pemerintahan Dalam Pembentukan Kebijakan Hukum.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 10, no. 2 (2016): 187–196.

Boedi Harsono. Hukum Agraria Indonesia (Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi Dan Pelaksanaannya). Jakarta: Djambatan, 2008.

Budiman, Syarif. “ANALISIS HUBUNGAN ANTARA HUKUM DAN KEBIJAKAN PUBLIK : STUDI PEMBENTUKAN UU NO . 14 TAHUN 2008 ( Analysis of Relation Between Law and Public Policy : Abstrak.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 11, no. 14 (2017): 109–119.

Dwiyatmi, Sri Harini. “Asas Pemisahan Horizontal (Horizontale Scheiding Beginsel) Dan Asas Perlekatan (Verticale Accessie) Dalam Hukum Agraria Nasional.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 5, no. 1 (2020): 125–144.

Efendi, Dyah Ochtorina Susanti dan A’an. Penelitian Hukum (Legal Research). Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Febriani, Nathania, and Endang Pandamdari. “Akibat Hukum Perjanjian Jual Beli Tanah Dengan Hak Eigendom Yang Tidak Dikonversi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 756 K/PDT/2019).” Jurnal Hukum Adigama 3, no. 1 (2020): 205–228. https://journal.untar.ac.id/index.php/adigama/article/view/8898/5691.

Ganindra, Devina Maya, and Faizal Kurniawan. “Kriteria Asas Pemisahan Horizontal Terhadap Penguasaan Tanah Dan Bangunan.” Yuridika 32, no. 2 (2017): 228.

Gayo, Ahyar Ari. “Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Adat (Studi Kasus Di Provinsi Aceh Khususnya Kabupaten Bener Meriah) (Legal Protection For Title Over Customary Land (Case Study In The Province Of Aceh In Particular, The Regency Of Bener Meriah)).” De Jure jurnal penelitian hukum 18, no. 3 (2018): 15.

Gayo, Ahyar Ari, and Nevey Varida Ariani. “Penegakan Hukum Konflik Agraria Yang Terkait Dengan Hak-Hak Masyarakat Adat Pasca Putusan Mk No.35/Puu-X/2012.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 16, no. 2 Juni (2016): 157–171.

Handayani, Dwi. “Kajian Filosofis Prinsip Audi Et Alteram Partem Dalam Perkara Perdata.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 14, no. 2 (2020): 385.

Indonesia. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Penatausahaan Uang Pihak Ketiga Pada Balai Harta Peninggalan, n.d.

———. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, Dan Pendaftaran Tanah, 2021.

Kristiyanto, Eko Noer. “URGENSI OMNIBUS LAW DALAM PERCEPATAN REFORMASI REGULASI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF (The Urgency of Omnibus Law to Accelerate Regulatory Reform in The Perspective of Progressive Law).” Jurnal Penelitian Hukum 20, no. 2 (2020): 233–244.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. XV. Jakarta: Prenada Media Group, 2021.

MKRI. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Indonesia, 2021.

Mujiburohman, Dian Aries. “Legalisasi Tanah-Tanah Bekas Hak Eigendom: Kajian Putusan Nomor 17/Pdt.G/2014/PN.PKl.” Jurnal Yudisial 14, no. 1 (2021): 130.

———. “Problematika Pengaturan Tanah Negara Bekas Hak Yang Telah Berakhir.” Jurnal Bhumi 2, no. 2 (2016): 155.

Pardede, Marulak. “Hak Menguasai Negara Dalam Jaminan Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Atas Tanah Dan Peruntukkannya (State’s Right To Take Possesion Legal Certainty On Tittle Over Land and Land Designation).” Jurnal Penelitian Hukum 19, no. 4 (2019): 405–420.

Parlindungan, A.P. Hak Pengelolaan Menurut Sistem Undang-Undang Pokok Agraria. Bandung: Mandar Maju, 1989.

Purwoatmodjo, Cicilia Putri Andari dan Djumadi. “Akibat Hukum Asas Pemisahan Horizontal Dalam Peralihan Hak Atas Tanah.” Jurnal Notarius 12, no. 2 (2019): 707.

Ranita Eka Setiyarni, Dkk. “Pemberian Hak Atas Tanah Negara Di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur.” Jurnal Krisna Law 3, no. 2 (2021): 7.

Santoso, Urip. Hukum Agraria & Hak-Hak Atas Tanah, Kencana. Jakarta: Kencana, 2008.

———. “Pembebanan Hak Sewa Untuk Bangunan Atas Tanah Hak Milik: Perspektif Asas Dan Pembuktian.” Jurnal Yuridika 33, no. 2 (2018): 339.

———. Pendaftaran Dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta: Kencana, 2010.

Simarmata, Rikardo. “Orientasi Negara Dalam Pendaftaran Tanah Adat Di Indonesia.” The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies 1, no. 1 (2021).

Simatupang, Taufik H. “Peran Perancang Peraturan Perundang-Undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Dalam Rangka Harmonisasi Peraturan Daerah.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 11, no. 1 (2017): 12–25.

Soetikno, Iman. Hukum Agraria Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990.

Suntoro, Agus. “Tinjauan Hak Asasi Manusia Terhadap Regulasi Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum.” Jurnal HAM 10, no. 2 (2019): 217.

Triningsih, Anna, and Zaka Firma Aditya. “Pembaharuan Penguasaan Hak Atas Tanah Dalam Perspektif Konstitusi.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 8, no. 3 (2019): 329.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1979 Tentang Pokok-Pokok Kebijaksanaan Dalam Rangka Konversi Hak-Hak Barat. Indonesia, n.d.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Indonesia, n.d.

Peraturan Menteri Agraria Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Pelaksanaan Ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria, 1960.

Peraturan Menteri Hukum Dan HAM No. M.02-HT.05.10 Tahun 2005 Jo. Peraturan Menteri Hukum Dan HAM No. 27 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum Dan HAM No. M.02-HT.05.10 Tahun 2005 Tentang Permohonan Izin Pelaksanaan Penjualan Harta Keka, n.d.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah Satuan Rumah Susun Dan Pendaftaran Tanah, 2021.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, 1997.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Indonesia, 1960.


  Article Metrics

Abstract This article has been read : 103 times
PDF file viewed/downloaded : 44 times

DOI: http://dx.doi.org/10.30641/kebijakan.2022.V16.135-152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum

Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Indexed by :

 


Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Statistic

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License