Tanggung Jawab Negara terhadap Pemenuhan Hak atas Pendidikan Anak Buruh Migran Indonesia di Malaysia

Disca Betty Viviansari, Zendy Wulan Ayu Widhi Prameswari

Abstract


Instrumen Hukum Internasional dan peraturan perundang-undangan telah mengatur mengenai pemenuhan hak atas pendidikan anak buruh migran Indonesia di Malaysia. Namun, adanya kebijakan yang absen dari Indonesia dan Malaysia menyebabkan permasalahan mengenai pemenuhan hak atas pendidikan masih menjadi polemik untuk segera diselesaikan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah doctrinal research dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan dari sudut pandang hak asasi manusia. Penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan anak buruh migran Indonesia di Malaysia adalah masalah yang kompleks. Sehingga pemenuhan hak atas pendidikan anak buruh migran Indonesia di Malaysia adalah tanggung jawab bersama kedua belah negara yaitu Indonesia dan Malaysia yang harus segera diselesaikan.


Keywords


hak atas pendidikan; anak buruh migran; hak asasi manusia.

Full Text:

PDF

References


Abu Huraerah, “Kekerasan Terhadap Anak”, Bandung: Nuansa Cendekia, (2012).

Ali, S. K., “Cultural and Educational Rights of Minorities:AHuman Rightand Constitutional Law Perspective”, Indian Journal for Social Studies and Humanities, (January 30, 2013). ISSN No.2277-7458, Vol -1, Issue-2, April-

June, 2012. Available at SSRN: https://ssrn. com/abstract=2208559 or http://dx.doi. org/10.2139/ssrn.2208559

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, “Perbedaan Upah, Alasan Orang Bermigrasi Ke Luar Negeri”, accessed August 18, (2019), http://www. bnp2tki.go.id/read/12371/Perbedan-Upah- Alasan-Orang-Bermigrasi-Ke-Luar-Negeri.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, “Data Penempatan dan Perlindungan TKI Periode 1 Januari s.d 30 Juni 2018”, http://www. bnp2tki.go.id/uploads/data/data_06-07- 2018_045711_Laporan_Pengolahan_Data_ BNP2TKI_2018_-_JUNI_1.pdf.

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, “Pemerintah Kirim 100 Guru Untuk Ajar Anak TKI di Malaysia”, accessed January 26, (2019) https://www.kemdikbud.go.id/ main/blog/2018/11/pemerintah-kirim-100- guru-untuk-ajar-anak-tki-di-malaysia.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Statistical Yearbook of Indonesia 2018, Badan Pusat Statistik, Jakarta, (2018).

Central Intelligence Agency, “Country Comparison Population”, accessed 23 Januari, (2019), https://www.cia.gov/ library/publications/the-world-factbook/ rankorder/2119rank.html.

Child Rights Coalition Malaysia. Status Report on Children’s Rights in Malaysia. Kuala Lumpur: Malaysian Child Resource Institute. 2012.

Direktorat Jenderal Anggaran Kementrian Keuangan, “Kajian Kependudukan”, 2015,

h. 1, http://www.anggaran.depkeu.go.id/ content/Publikasi/Kajian%20dan%20 artikel/Kajian%20Kependudukan.pdf, 16 Agustus 2018.

Feby Dwi Sutianto, “400.000 WNI di Sarawak, Legal Atau Ilegal?”, accessed Augyst 13, 2018, https://finance.detik.com/industri/d- 3153316/400000-wni-di-sarawak-ilegal- atau-legal, (2016).

Flowers, N., The Human Rights Education Handbook: Effective Practices For Learning, Action, And Change. Minneapolis, MN, University of Minnesota, (2002).

Hernadi Affandi, Hak Asasi Manusia, Pemerintahan yang Baik, dan Demokrasi di Indonesia, Bandung, Kancana Salakadomas, 2013.

Jack Donnely, Universal Human Rights in Theory and Practice, Ithaca and London, Cornell University Press, (2003), h. 7-21. Lihat juga Maurice Cranston, What Are Human Rights?, New York, Taplinger, (1973).

Jyoti Raj Pathak, “Education for All: Myth or Reality” (March, 15 2012). Available at SSRN: https://ssrn.com/ abstract=2023198 or http://dx.doi. org/10.2139/ssrn.2023198, Di akses tanggal: 07 Nov. 2019.

Josefin Maretha, “Mekanisme Penegakan Hukum Dalam Upaya Perlindungan Hak Kelompok Rentan (Anak Dan Perempuan)”, Jurnal Penelitian HAM, Volume 7, Nomor 2,

Desember 2016, h. 141-155

Kansil, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, (1992).

Katarina Tomasevski, Educaion Denied, Costs and Remedies, Zed Books, London, (2003).

Kepaniteraan dan Kesekretariatan Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Jakarta, Kepaniteraan dan Kesekretariatan Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, (2015).

Laura Rema Andita, “Peran KJRI Kota Kinabalu Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Bagi Anak-Anak Buruh Migran Indonesia (BMI) di Sabah”, Tranformasi, Nomor 30 Tahun 2016, (2016).

Laws Of Malaysia Act 155 Immigration Act 1959/63 dalam Surat Keterangan Menikah di Malaysia, (1959).

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Jakarta, Sekretariat Jenderal MPR RI, (1999).

Makhtar M., et.al., Right to Education for Irregular Migrant Children in Malaysia: A Comparative Analysis, Malaysia: Pertanika Journal Social Sciences & Humanities, Vol 23, (2015).

Mchael H. H. Humbunan, ”Perlindungan Hukum Bagi Anak di Bawah Umur”, Lex et Societatis, Volume 1, Nomor 4, (2013).

Mohd. Burhan Tsani, ”Memorandum of Undestanding Sebagai Instrumen Hubungan Internasional”, MIMBAR HUKUM, Volume 18, Nomor 1, (2006).

Oki Wahju Budianto,“Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Anak Didik Pemasyarakatan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak”, Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, Vol. 7, No. 1, (2013), h. 62-72

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Prenada Media, Jakarta, (2005).

Ravindran, D. J., Human Rights Praxis: A Resource Book for Study, Action and Reflection, Bangkok, Thailand, The Asia Forum for Human Rights and Development, (1998).

Saleha Mufida, Skripsi, Upaya Pemerintah Indonesia Menanggulangi Masalah Pendidikan Anak TKI di Sarawak Periode 2014-2018, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, (2018).

SILN-CLC Malaysia Booklet. Layanan Pendidikan Bagi Anak-anak Indonesia Di Malaysia. Kuala Lumpur. (2016), 23.

Sobih AW Adnan, “Potret Pendidikan Anak Buruh Migran di Negeri Jiran”, MetroTV News (Online), accessed August 16, 2018, http:// news.metrotvnews.com/news/4bar43Rk- potret-pendidikan-anak-buruh-migran-di- negeri-jiran, (2016)

United Nation, “What is The Universal Declaration of Human Right”, accessed October 17, 2018, https://www.humanrights.gov.au/ publications/what-universal-declaration- human-rights, (2016).

United Nation, “International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights”, (2015).

Zendy Wulan Ayu Widhi Prameswari, “Ratifikasi Konvensi Tentang Hak-Hak Anak Dalam Sistem Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia”, Jurnal Yuridika, Vol. 32, No. 1 (2017), h. 167-188

ZendyWulanAyuWidhi Prameswari, ErniAgustin. “Indonesian Marriage Law Reform: The Way to Strengthen the Protection of Children’s Rights Against Child Marriage”, Journal of Southeast Asian Human Rights, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 286-301, june 2018. ISSN 2599-

Available at: . Di akses tanggal: 07 Nov. 2019. doi: https://doi. org/10.19184/jseahr.v2i1.5353.




DOI: http://dx.doi.org/10.30641/ham.2019.10.179-194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal HAM Indexed by :

   


Jurnal HAM Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License