Kebijakan Pengendalian Pencemaran di Selat Malaka yang Bersumber dari Kecelakaan Kapal

Vita Cita Emia Tarigan, Eka NAM Sihombing

Abstract


Pencemaran yang terjadi di laut dapat memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada kehidupan manusia. Salah satu wilayah terparah pencemaran lingkungan lautnya adalah Selat Malaka karena selat ini ramai dilalui oleh kapal-kapal terutama oleh kapal tanker raksasa. Kondisi geografis daripada selat ini sangat sempit sehingga rawan terjadi tubrukan kapal. Tulisan ini mencoba untuk mengurai lebih lanjut kebijakan apa yang diambil Indonesia dalam rangka pengendalian Pencemaran Di Selat Malaka Yang Bersumber Dari Kecelakaan Kapal, dengan menggunakan Teori Soft Law (Hukum Lunak) dan Hard Law (Hukum Keras). Hasil Penelitian menunjukkan jumlah pencemaran yang bersumber dari kapal di Selat Malaka masih tinggi dan makin memperihatinkan hal ini karena kerancuan dan ketidakjelasan kebijakan Indonesia sebagai negara pemilik selat dalam hal pengintegrasian hard law (hukum keras) dan soft law (hukum lunak) hukum pengendalian pencemaran lingkungan laut tersebut. Sehingga pengaturan hukum tentang keselamatan pelayaran dan kebijakan pengaturan hukum pengendalian pencemaran lingkungan laut yang bersumber dari kapal baik yang bersifat Hard law maupun soft law tidak dapat efektif diimplementasikan dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dipertimbangkan agar Indonesia sebagai negara hukum untuk sesegera mungkin mengakomodir dan mengintegrasikan unsur Soft Law dan Hard Law dalam pembentukan peraturan perundang- undangan, khususnya untuk bidang yang terkait dengan hukum lingkungan

Keywords


laut; selat malaka; kebijakan; kapal; polusi laut

Full Text:

PDF

References


Abbot, Kenneth W, dan Duncan Snidal. “Hard and Soft Law in International Governance.” Legalization and World Politics 54, no. 3 (2000): 421–456.

administrator. “No Title.” Diakses November 3, 2017. http://www.imo.org/imo/convent/ pollute.htm.

———. “No Title.” Diakses November 3, 2017. http://www.imo.org/imo/convent/summary. htm.

———. “No Title.” Diakses November 3, 2017. http://www.ilo.org/dyn/natlex/natlex4. detail? p_lang=en& p_isn=75441& p_ country=SGP&p_count=550.

———. “No Title.” Last modified 2017. www.

seatrade-maritime.com.

Administrator. “IMO and The Safety of Bulk Carriers.” MIMA Bulletin. Kuala Lumpur, 2000.

———. “No Title.” Diakses September 4, 2017. www.hukumpedia.com/eka_aa/perjanjian- internasional-mengintip-motif-negara.

Ahmad, Hamzah, ed. The Straits of Malacca: International Co-operation in Trade, Funding and Navigational Safety. Kuala Lumpur: Maritime Institute of Malaysia, 1997.

Andrew, Griffin. “Marpol 73/78 and Vessel Pollution : a Glass Half Full or Half Empty?” Indiana Journal of Global Legal Studies (1994).

Arifin, Syamsul. Hukum Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Edisi Revi. Jakarta: Sof Media, 2012.

Buang, Amriah. “Selat Malaka 1992-2006 : Iktibar Beberapa Aspek Permasalahan Dalam Mengurus Kesejahteraan Sumber Sekitaran Serantau.” Geografia Online Malaysian Journal of Society and Space 2 (2006): 62–

Capon, J. “‘The Strait of Oil Pollution in The Malacca Strait: Arguing For a Broad Interpretation of The United Nations Convention on The Law of The Sea.’” Pacific Rim Law & Policy 7, no. 1 (1998): 119.

Churchill, R.R., dan A.V. Lowe. The Law of the Sea, Great Britain. Manchester: Manchester University Press, 1995.

Coutrier, P.L. “Regional Cooperation in Preventing and Combating Marine Pollution in South East Asia”, The ICLOS-NILOS Seminar Law of the Sea in the 1990’s :Offshore Development in Indonesia.” In The ICLOS- NILOS Seminar Law of the Sea in the 1990’s :Offshore Development in Indonesia,

Bandung, 1992.

Cross, Michael, Hamer, Mick. “How to Seal a Supertanker, Improving Ship Design to Prevent Oil Spill.” New Scientist 133, no. 1812 (1992): 3–4.

Dam, Syamsumar. “Masalah Selat-Selat Strategis di Asia Tenggara.” MIMK LRKN-LIPI 11 (1984): 49.

Dewan Kelautan Indonesia Kementrian Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia. “Kebijakan Kelautan Indonesia 2012.” In Kebijakan Kelautan Indonesia 2012,

Jakarta: Dewan Kelautan Indonesia Kementrian Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia, 2012.

Dupuy, Pierre Marie. “‘Soft Law and the International Law of the Environment.’” Michigan Journal of International Law 12 (1991): 420–422.

Forbes, Andrew, ed. Asian Energy Security : Regional Cooperation in the Malacca Straits. Canberra-Australia: Sea Power Centre, 2008.

Hasbullah, M.Arif. Politik Hukum Ratifikasi Konvensi HAM di Indonesia-Upaya Mewujudkan Masyarakat Yang Demokratis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Hunter, David, James Salzman, dan Durwood Zaelke. International Environmental Law and Policy, University Casebook Series. New York: New York Foundation Press, 1998.

Husin, Sukanda. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Ibrahim, H.M, dan Hairil Anuar Husin Husin, ed. Maritime Institute of Malaysia, Executive Summary : Profile of the Straits of Mallacca : Malaysia’s Perspective,. Kuala Lumpur: Maritime Studies and Management, 1974.

International Court of Justice (ICJ). “Case Concerning Sovergnity over Pedra Branca/ Pulau Batu Puteh, Middle Rocks and South Ledge (Malaysia/Singapore) : Memorial of Singapore.” Goverment of Singapore. Last modified 2004. http://www.icj-cij.org/ docket/files/130/14133.pdf hlmn 10-11.

Islamy, M. Irfan. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Bumi Aksara, 2002.

Izaki, T. “‘A Study of Evaluation of navigation Safety at the Straits of Malacca and Singapore.’” In The International Symposium on Safety and Protection of Marine

Environment in the Straits of Malacca and Singapore, 34. Kuala Lumpur, 2007.

Jaafar,Abu Bakar, dan MJ Valencia. “‘Management of the Malacca/Singapore Straits: Some Issues, Options and Probable Responses.’” Academica 25, no. 25 (1985): 93–117.

Maryani, Halimatul, dan Adawiyah Nasution. “Aspek Hukum Kebijakan Pemerintah Melindungi Industri dalam Negeri Pasca Kesepakatan Perdagangan Regional Afta- China: Studi Deskriptif Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.” Penelitian Hukum De Jure 19, no. 2 (2019): 137–149.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum.

Jakarta: Kencana Prenada Media, 2012.

Matsuda, Tatsuo. The Straits of Malacca : Critical Sea-Lane Choke Point. Diedit oleh H.Mc Pherson. Netherland: Springer, 2005.

Nasution, Hafni Cholida. “Aspek Hukum Kerjasama RegionalAsean dalam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Laut.” USU, 2004.

Nugroho, R.D. Kebijakan Publik : Formulasi, Impelentasi dan Evaluasi. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2003.

Pailah, Steven Y. “Pengelolaan Isu-Isu Kemanan Di Selat Malaka Periode 2005-2006.” Universitas Indonesia, 2008.

Penguatkuasaan Agensi Maritim Malaysia. “No Title.”

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011. Tentang Alur Pelayaran di Laut. Republik Indonesia, 2011.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Lingkungan Hidup. Modul : Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Air Laut. Jakarta, 2009.

Rahman, Ausfur, LS Chia, dan Diana SP Chung. “Pollution of Water by hydrocarbons and heavy metals around Singapore.” In Proceedings of the Second Symposium on our Environment, diedit oleh Hew Choi Sin, 11–17. Singapore: Nanyang University, 1980.

Risdiarto, Danang. “Kebijakan dan Strategi Pembangunan Hukum Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional.” Penelitian Hukum De Jure 17, no. 2 (2017): 177–193.

Rosalind, Lina Mauludina. “Pengaturan, Kerja Sama dan Tantangan bagi Diplomasi Indonesia di Selat Malaka.” Jurnal Diplomasi, Diplomasi Perbatasan dan Pembangunan Wilayah Terluar Indonesia 2, no. 4 (2010): 78.

Saeri, M. “‘Karakteristik dan Permasalahan Selat Malaka.’” Transnasional 4, no. 2 (2013):

Sakomoto, Shigeki. “Non-State Actors, Role in the Co-Operative Mechanism for the Straits of Mallacca and Singapore-Seeking to Substantiate UNCLOS Article 43.” In International Symposium on Safety and Protection of the Marine Environment in the Straits of Mallacca and Singapore, 2. Kuala Lumpur, 2008.

Shahryari, Mansoureh, dan Mohd Arshad Atta Mohamed. “Tipping Points in the Strait of Malacca.” MIMA Bulletin. Kuala Lumpur, 2011.

Sien, Chia Lin. Alternative Routes for oil Tankers : A Financial, Technical and Economic Analysis” dalam The Straits of Malacca, International Co-Operation in Trade, Funding and Navigational Safety. Diedit oleh Hamzah Ahmad. Petaling Jaya: Pelandok Publications, 1997.

Smith, J.N., dan J.M. Bewers. “Radio Nuclides in the Marine Environment-Uses and Concern.” Canadian Chemical News 45, no. 3 (1993):

Suhaidi. Perlindungan Terhadap Lingkungan Laut dari Pencemaran yang Bersumber dari Kapal : Konsekuensi Penerapan Hak Pelayaran Internasional melelui Perairan Indonesia. Jakarta: Pustaka Bangsa Press, 2004.

Bin Suhor, Shamsuddin. “Akta Kualiti Alam Sekeliling 1974 (Akta 127): Peranan dan Keberkesanan Peraturan, Perintah dan Kaedah-kaedah di Bawahnya.” Jurnal Undang-Undang 7, no. 23 (2003): 37–50.

Supriadi. Hukum Lingkungan di Indonesia : Sebuah Pengantar. Jakarta: Sinar Grafika, 2006.

Ursula, Wassermann. “IMO: Prevention of Ocean Pollution.” Journal of World Trade Law 17 (1983).

Valencia, M.J, dan J.B Marsh. “Access To Straits Sealines in southeast Asia Seas : Legal, Economic and Strategic Considerations.” Journal of Maritime Law and Commerce 16, no. 4 (2007): 513.

Wan Dahlan, Wan Siti Adibah. “Corporate Social Responsibility (CSR) From Shipping Companies in The Straits of Malacca and Singapore.” International Journal of Business and Society 13, no. 2 (2012): 200.

Wijoyo, Suparto. Hukum Lingkungan : Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan di Daerah. Surabaya: Airlangga University Press, 1998.

Wikipedia. “No Title.” Diakses Agustus 9, 2017. https://en.wikipedia.org/wiki/Singapore_ Green_Plan_2012.

———. “No Title.” Diakses Agustus 1, 2019. https://en.wikipedia.org/wiki/Police_Coast_ Guard_(Singapore).




DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2019.V19.479-502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Penelitian Hukum De Jure Indexed by :

 


Jurnal Penelitian Hukum De Jure Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License