Controversy of Presidential Decrees in a State of Emergency in Indonesia: Case Study of The Decrees of President Soekarno And President Abdurrahman Wahid

Aninda Novedia Esafrin, Qurrota Ayuni, S.H., MCDR

  Abstract


The debate of the decrees of President Soekarno and President Abdurrahman Wahid regarding the constitutional and unconstitutional presidential decree in emergency constitutional law continues to be a controversy that does not end until now because it is still being discussed related to the situation. This paper discusses 2 (two) phenomenal decrees related to constitutional or unconstitutional in terms of emergency constitutional law. By using normative juridical research methods. The approaches used are the statutory approach, the conceptual approach, and the historical approach. This paper discusses 3 (three) main findings, among others: First, the Presidential Decree is de facto and de jure motivated by no recognition of political action or legal action; Second, the decree is formally regulated in Article 12 and Article 22 of the Constitution of the Republic of Indonesia because in the 1945 Constitution it is regulated that if the country is in a state of danger, the president can make decisions in accordance with the authority regulated by laws and regulations; and Third, The decree can be said to be unconstitutional because it is not in accordance with the Indonesian constitution. The decree is not regulated by Indonesian legislation so that formation is considered unconstitutional because it cannot be based on law. However, in the emergency constitutional law, this situation becomes normal because the emergency constitutional law does not use legislation as usual when the country is in normal condition.


  Keywords


Decree; Unconstitutional; State of Emergency; Controversy

  Full Text:

PDF

  References


Achmad. Jatuhnya Gus Dur: Dekrit Senjata Makan Tuan. 1st ed. Jakarta: PT. Gria Media Prima, 2001.

Asshiddiqie, Jimly. Hukum tata negara darurat. Rajawali Pers, 2007.

Azis, Asmaeny. Constitutional Complaint dan Constitutional Question Dalam Negara Hukum. Kencana, 2018.

Marzuki, Prof Dr Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media, 2017.

Sihombing, Herman. Hukum tata negara darurat di Indonesia. Djambatan, 1996.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif. 19th ed. Depok: Rajawali Pers, 2019.

Achmad. Jatuhnya Gus Dur: Dekrit Senjata Makan Tuan. 1st ed. Jakarta: PT. Gria Media Prima, 2001.

Argenti, Gili. “Pemikiran Politik Soekarno Tentang Demokrasi Terpimpin.” Jurnal Politikom Indonesiana 2, no. 2 (2017): 14–14.

Asshiddiqie, Jimly. Hukum tata negara darurat. Rajawali Pers, 2007.

Azis, Asmaeny. Constitutional Complaint dan Constitutional Question Dalam Negara Hukum. Kencana, 2018.

Peraturan Perundang-Undangan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 23 Tahun 1959 Tentang Pencabutan Undang-Undang Nomor 74 Tahun 1957 (Lembaran- Negara Nomor 160 Tahun 1957) Dan Penetapan Keadaan Bahaya, n.d. Accessed March 12, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Deta ils/53973/perpu-no-23-tahun-1959.

Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 Tahun 1965 Tentang Prinsip-Prinsip Musyawarah Untuk Mufakat Dalam Demokrasi Terpimpin Sebagai Pedoman BagiLembaga-Lembaga Permusyawaratan/Perwakilan, n.d.

UU No. 7 Tahun 1950 Tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat Menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, n.d. Accessed February 12, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38102/uu-no-7-tahun-1950.

UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” Accessed February 19, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/45350/uu-no-31-tahun-1999

Jurnal

Argenti, Gili. “Pemikiran Politik Soekarno Tentang Demokrasi Terpimpin.” Jurnal Politikom Indonesiana 2, no. 2 (2017): 14.

Effendi, Basri. “Tafsir Konstitusi Negara Dalam Keadaan Darurat (State Of Emergency) Dalam Menghadapi Darurat Kesehatan Masyarakat.” Jurnal Transformasi Administrasi 10, no. 1 (July 30, 2020): 67–79.

Huda, Ni’matul. “Hak Prerogatif Presiden Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Indonesia.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 8, no. 18 (2001): 1–18.

Ismi, Hayatul. “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional.” Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 1 (March 8, 2013). Accessed February 21, 2022. https://jih.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIH/article/view/1024.

Nadilla, Sabrina. “Pelokalan Hak Asasi Manusia Melalui Partisipasi Publik dalam Kebijakan Berbasis Hak Asasi Manusia.” Jurnal HAM 10, no. 1 (July 19, 2019): 85–98.

Nuh, Muhammad Syarif Nuh Syarif. “Hakekat Keadaan Darurat Negara (State Of Emergency) Sebagai Dasar Pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 18, no. 2 (2011): 229–246.

Prabandani, Hendra Wahanu. “Batas Konstitusional Kekuasaan Eksekutif Presiden (Conxtituitional Limits of the Presidential Executive Power).” Jurnal Legislasi Indonesia 12, no. 3 (November 30, 2018). Accessed January 29, 2022. https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/409.

Prasetio, Rizki Bagus. “Pandemi Covid-19: Perspektif Hukum Tata Negara Darurat dan Perlindungan HAM.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 15, no. 2 (July 26, 2021): 327–346.

Rgenti, Gili, and Dini Sri Istiningdias. “Pemikiran Politik Soekarno Tentang Demokrasi Terpimpin.” Jurnal Politikom Indonesiana 2, no. 2 (2017): 14–27.

Risdiarto, Danang. “Kebijakan Dan Strategi Pembangunan Hukum Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 17, no. 2 (June 15, 2017): 177–193.

Sahputra, Mirza. “Negara Dalam Keadaan Darurat Menurut UUD 1945.” Jurnal Transformasi Administrasi 10, no. 1 (July 29, 2020): 80–98.

Satia, Agil Burhan, Cicik Nike Rimayani, and Hesti Nuraini. “Sejarah Ketatanegaraan Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Sampai 5 Juli 1959 Di Indonesia.” Mimbar Yustitia 3, no. 1 (2019): 89– 104.

Sumiyatun, Sumiyatun. “Dekrit Presiden (Studi Perbandingan Dekrit 5 Juli 1959 dengan Dekrit Presiden 23 Juli 2001).” SWARNADWIPA 1, no. 3 (2017): 169–178.

Susanto, Mei. “Perkembangan Pemaknaan Hak Preogratif Presiden.” Jurnal Yudisial 9, no. 3 (December 9, 2016): 237–258.

Yani, Ahmad. “Sistem Pemerintahan Indonesia: Pendekatan Teori dan Praktek Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 12, no. 2 (July 31, 2018): 119–135.

Yoyon Mulyana Darusman. “Kedudukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) di dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dihubungkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota.” Jurnal Surya Kencana Dua( Dinamika Masalah Hukum & Keadilan ) 2, no. 2 (December 5, 2015). Accessed February 20, 2022. http://eprints.unpam.ac.id/1377/.

Zamroni, Mohammad. “Kekuasaan Presiden Dalam Mengeluarkan Perppu (President’s Authority to Issue Perppu).” Jurnal Legislasi Indonesia 12, no. 3 (2018): 1–38.

Matompo, Osgar S. “Pembatasan Terhadap Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Keadaan Darurat,” Jurnal Media Hukum, Juni 2014, Vol. No.1, 59.

Ngutra, Theresia. “Hukum dan Sumber-Sumber Hukum,” Jurnal Supremasi, Oktober 2016, Vol. 11, No. 2, 194.

Ervina, Angela, Kriyanto, Rachamt, Wulandari, Rachamt.. “Kontroversi Gaya Kominikasi Politik Presiden K.H. Abdurrahman Wahid,” Jurnal Ilmu Komunikasi Mediakom¸ 2019, Vol. 02, No. 02, 98.

Ramli, Musta’in. “Dekrit Presiden (Studi Perbandingan Dekrit 5 Juli 1959 dengan Dekrit Presiden 23 Juli 2001)”, Jurnal Swarnadwipa, 2017, Vol. 1, No.3, 170.

Hamdan Zoelva, “Relasi Islam, Negara, Dan Pancasila Dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia,” Journal de Jure 4, no. 2 (December 30, 2012): 99–112.

Bergas, Kukuh. “Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam Proses Impeachment Presiden Aburrahman Wahid,” Jurnal Hukum & Pembangunan 49, no. 4 (March 27, 2020): 847–859.

Effendi, Basri. “Tafsir Konstitusi Negara Dalam Keadaan Darurat (State Of Emergency) Dalam Menghadapi Darurat Kesehatan Masyarakat.” Jurnal Transformasi Administrasi 10, no. 1 (July 30, 2020): 67–79.

Huda, Ni’matul. “Hak Prerogatif Presiden Dalam Perspektif Hukum Tata Negara Indonesia.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 8, no. 18 (2001): 1–18.

Ismi, Hayatul. “Pengakuan Dan Perlindungan Hukum Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Nasional.” Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 1 (March 8, 2013). Accessed February 21, 2022. https://jih.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIH/article/view/1024.

Marzuki, Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media, 2017.

Nadilla, Sabrina. “Pelokalan Hak Asasi Manusia Melalui Partisipasi Publik dalam Kebijakan Berbasis Hak Asasi Manusia.” Jurnal HAM 10, no. 1 (July 19, 2019): 85–98.

Nuh, Muhammad Syarif Nuh Syarif. “Hakekat Keadaan Darurat Negara (State Of Emergency) Sebagai Dasar Pembentukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 18, no. 2 (2011): 229–246.

Prabandani, Hendra Wahanu. “Batas Konstitusional Kekuasaan Eksekutif Presiden (Conxtituitional Limits of the Presidential Executive Power).” Jurnal Legislasi Indonesia 12, no. 3 (November 30, 2018). Accessed January 29, 2022. https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/409.

Prasetio, Rizki Bagus. “Pandemi Covid-19: Perspektif Hukum Tata Negara Darurat dan Perlindungan HAM.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 15, no. 2 (July 26, 2021): 327–346.

Rgenti, Gili, and Dini Sri Istiningdias. “Pemikiran Politik Soekarno Tentang Demokrasi Terpimpin.” Jurnal Politikom Indonesiana 2, no. 2 (2017): 14–27.

Risdiarto, Danang. “Kebijakan Dan Strategi Pembangunan Hukum Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 17, no. 2 (June 15, 2017): 177–193.

Sahputra, Mirza. “Negara Dalam Keadaan Darurat Menurut UUD 1945.” Jurnal Transformasi Administrasi 10, no. 1 (July 29, 2020): 80–98.

Satia, Agil Burhan, Cicik Nike Rimayani, and Hesti Nuraini. “Sejarah Ketatanegaraan Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Sampai 5 Juli 1959 Di Indonesia.” Mimbar Yustitia 3, no. 1 (2019): 89–104.

Sihombing, Herman. Hukum tata negara darurat di Indonesia. Djambatan, 1996.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif. 19th ed. Depok: Rajawali Pers, 2019.

Sumiyatun, Sumiyatun. “Dekrit Presiden (Studi Perbandingan Dekrit 5 Juli 1959 dengan Dekrit Presiden 23 Juli 2001).” SWARNADWIPA 1, no. 3 (2017): 169–178.

Susanto, Mei. “Perkembangan Pemaknaan Hak Preogratif Presiden.” Jurnal Yudisial 9, no. 3 (December 9, 2016): 237–258.

Yani, Ahmad. “Sistem Pemerintahan Indonesia: Pendekatan Teori dan Praktek Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 12, no. 2 (July 31, 2018): 119–135.

Yasin, Muhammad. “3 Aturan Ini Jadi Rujukan Utama dalam Hukum Tata Negara Darurat.” hukumonline.com. Accessed January 26, 2022. https://hukumonline.com/berita/a/3-aturan-ini-jadi-rujukan-utama-dalam-hukum-tata-negara-darurat-lt5cb7dd8f09254.

Yoyon Mulyana Darusman. “Kedudukan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) di dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dihubungkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota.” Jurnal Surya Kencana Dua( Dinamika Masalah Hukum & Keadilan ) 2, no. 2 (December 5, 2015). Accessed February 20, 2022. http://eprints.unpam.ac.id/1377/.

Zamroni, Mohammad. “Kekuasaan Presiden Dalam Mengeluarkan Perppu (President’s Authority to Issue Perppu).” Jurnal Legislasi Indonesia 12, no. 3 (2018): 1–38.

Zoelva, Hamdan. “Relasi Islam, Negara, Dan Pancasila Dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia.” Journal de Jure 4, no. 2 (December 30, 2012): 99–112.

“Dekrit Adalah Wewenang Subyektif Presiden.” Tempo. Last modified December 10, 2003. Accessed January 29, 2022. https://nasional.tempo.co/read/34073/dekrit-adalah-wewenang-subyektif-presiden.

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959 Tentang Pencabutan Undang-Undang Nomor 74 Tahun 1957 (Lembaran-Negara Nomor 160 Tahun 1957) Dan Penetapan Keadaan Bahaya, n.d. Accessed March 12, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/53973/perpu-no-23-tahun-1959.

Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 Tahun 1965 Tentang Prinsip-Prinsip Musyawarah Untuk Mufakat Dalam Demokrasi Terpimpin Sebagai Pedoman BagiLembaga-Lembaga Permusyawaratan/Perwakilan, n.d.

UU No. 7 Tahun 1950 Tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat Menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, n.d. Accessed February 12, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38102/uu-no-7-tahun-1950.

“UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” Accessed February 19, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/45350/uu-no-31-tahun-1999.

Media Online

Hukumonline. Undang-Undang Dasar 1945 - Pusat Data Hukumonline, n.d. Accessed January 16, 2022. https://hukumonline.com/pusatdata/detail/lt4ca2eb6dd2834/nprt/lt49c8ba3665987/uud-undang-undang-dasar-1945.

Liputan6.com, “23 Juli 2001: Dekret Presiden, Perlawanan Parlemen, dan Celana Pendek Gus Dur,” liputan6.com, last modified July 23, 2019, accessed January 13, 2022, https://www.liputan6.com/news/read/4019189/23-juli-2001-dekret-presiden-perlawanan-parlemen-dan-celana-pendek-gus-dur.


  Article Metrics

Abstract This article has been read : 97 times
PDF file viewed/downloaded : 61 times

DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2022.V22.175-190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Aninda Novedia Esafrin, Qurrata Ayuni

Jurnal Penelitian Hukum De Jure Indexed by :

 


Jurnal Penelitian Hukum De Jure Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)