PERSPEKTIF RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI WUJUD PERLINDUNGAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (Perspective of Restorative Justice as a Children Protection Against The Law)

Ulang Mangun Sosiawan

Abstract


Restorative Justice (Keadilan Berbasis Musyawarah) adalah satu pendekatan utama, yang saat ini, berdasarkan
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, wajib dilakukan dalam perkara
anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada kondisi terciptanya keadilan
dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. Mekanisme tata cara dan peradilan pidana
yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuik menciptakan kesepakatan atas
penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku. Pokok permasalahan
dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang filosofis lahirnya Restorative Justice dalam UU SPPA? (2)
Mengapa Restorative Justice harus dilakukan sebagai perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan
hukum; dan (3) Bagaimana cara menerapkan Restorative Justice dalam praktik peradilan pidana sebagai
perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian
ini adalah yuridis normatif dan empiris, yaitu cara atau prosedur yang digunakan untuk memecahkan masalah
penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan meneliti data
primer yang ada di lapangan. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari masyarakat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Restorative Justice harus dilakukan sebagai wujud perlindungan atas anak yang
berhadapan dengan hukum, karena pada dasarnya ia tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya,
sehingga tidak adil apabila ia dikenai sanksi retributif, tanpa memperhatikan keberadaannya dan kondisi yang
melingkupinya. Implementasi Restorative Justice dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak adalah dilakukan
melalui mekanisme Diversi, dengan produk pengadilan berupa penetapan (Pasal 12 dan 52, dan non diversi/
mediasi, yang bisa dilakukan di luar atau di dalam persidangan, dengan produk pengadilan berupa putusan,
yaitu pidana atau tindakan (Pasal 69). Mekanisme dialog dan mediasi dilangsungkan dengan melibatkan selain
kedua belah pihak pelaku dan korban, dapat juga pihak lain. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian dalam
praktek peradilan pidana, penerapan Restorative Justice sebagai wujud perlindungan hak anak yang berhadapan
dengan hukum belum menjadi kecenderungan utama.

Abstract

Restorative Justice is one of main approach, this time, based on the Law Number 11/2012 concerning Juvenile
Justice System need to be done in the case of children against the law. This approach stresses on condition of
how to create justice and balance to offenders and the victims. Mechanism, procedure and criminal justice are
focused on criminalization changed into dialogue and mediation to find agreement/deal on a fair adjudication
of criminal case to victims and offenders. The main problem in this research is (1) what the background of
philosophy inception of restorative justice in Indonesia positive law; (2) why restorative justice has to do as
children protection against the law; and (3) how to apply restorative justice in criminal justice of children
protection against the law. This research uses normative and empirical juridical approach that is means
or procedure used to solve the research problem by researching secondary data, previously then proceed
primary data in the field. Primary data obtained by people through observation and interview. The result of this
research shows that restorative justice must be done as entity of children protection against the law, because it
essentially cannot remove from context that cover it, so it is not fair if he/she has retributive sanction without
paying attention existence and condition surrounding him/her. The implementation of restorative justice of the
Juvenile Justice System Law carried on diversion mechanism, with court product such as stipulation (articles
12 and 52, and non diversion/mediation, can be conducted outside or inside of trial, with verdicts, namely
criminal or criminal action (article 69. Mechanism of dialogue and mediation is held by engaging other
parties. It concludes that the practice of criminal justice, restorative justice as entity of children protection
against the law has not become primary tendency, yet.

 


Keywords


restorative justice; bentuk perlindungan; dan diversi; restorative justice; protection form; and diversion

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2016.V16.425-438

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Penelitian Hukum De Jure Indexed by :

 


Jurnal Penelitian Hukum De Jure Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License