Adult Age in Marriage in Indonesia (Theoretical Study of the Application of the Lex Posterior Derogat Legi Priori Principle)

Taufik Hidayat Simatupang

  Abstract


The problems to be answered in this research are, first, how is the regulation of Islamic family law and marriage in Indonesia, second, how is underage marriage and legal protection for children, third is how to apply the lex posterior derogat legi priori principle in determining the adult age for marriage. The research method used is normative juridical research with a statute approach which was analyzed using statutory principles. The results of the research concluded that Islamic family law cannot be separated from the history of the legal system in Indonesia from the time of Dutch colonialism to the present which involved three parties, namely the interests of religion, the state and women. Underage marriage is influenced by economic problems, parental coercion and community culture. Based on the lex posterior legi priori principle, the age limit of a child must be seen in the context of what the maturity measure is to be used. If the maturity is for a marriage, then the adult age limit is 19 years, for both women and men. Although in the future it is suggested that further research is needed regarding the financial maturity of men who are married at the age of 19.

  Keywords


adult; marriage; legal principle

  Full Text:

PDF

  References


Bukido, R. & Wantu, F.M. “Synchronize the Different Law Rules Study of Law Number

Year 2019 and Law Number 35 Year 2014.” Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues 23 (2020): 1–9.

Evi Djuniarti. “Perkawinan ‘Padagelahang’ Serta Asepk Hukum Pembagian Harta Warisannya

Di Bali.” Jurnal Penelitian Hukum DE JURE

, no. 3 (2020): 459–471.

Fatma, Y. “Batasan Usia Perkawinan Dalam Hukum Keluarga Islam (Perbandingan Antar Negara Muslim; Turki, Pakistan, Maroko Dan Indonesia). Jurnal Ilmiah Syari’ah.” Jurnal Ilmiah Syari’ah 18, no. 2 (2019):

–135.

Hakim, R. Hukum Perkawinan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2000.

Inayati, I.N. “Perkawinan Anak Di Bawah Umur Dalam Persepktif Hukum, HAM Dan Kesehatan.” Jurnal Bidan “Midwife Journal 1, no. 1 (2015): 46–53.

Judiasih, S.D. Perkawinan Bawah Umur di Indonesia. Bandung. Refika Aditama, 2018.

Lestari, R. “Implementasi Konvensi Internasional Tentang Hak Anak Di Indonesia.” JOM FISIP 4, no. 2 (2017): 4.

Malt, G. F. Methods For The Solution Of Conflict Between Rules In A System Of Positive Law. Amsterdam: Kluwer Law and Taxation Publisher Deventer/Bostom, 1992.

Manan, B. Hukum Positif Indonesia. Yogyakarta, 2004.

Masriani, Y.T. Pengantar Hukum Indonesia.

Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Mulyadi. Hukum Perkawinan Islam. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2000.

Romlah R. “Pembaruan Hukum Keluarga Islam Di Indonesia Tentang Keabsahan Akad Bagi Wanita Hamil.” Jurnal Al-Adalah Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung 13, no. 1 (2016): 23–38.

Simatupang, T.H. “Mendudukkan Konsep Executive Review Dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia.” Jurnal Penelitian Hukum DE JURE 19, no. 2 (2017): 217–230.

Soeprapto, M.F.I. Ilmu Perundang-Undangan. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Suhartono, S. “Hukum Positif Problematik Penerapan Dan Solusi Teoritiknya.” Jurnal Ilmu Hukum 15, no. 2 (2020): 201–211.

Taufik H. Simatupang. “Disharmoni Peraturan Perundang-Undangan Di Bidang Pengawasan Perwalian di Indonesia (Lintas Sejarah Dari Hukum Kolonial Ke Hukum Nasional).” Jurnal Penelitian Hukum DE JURE 20, no. 2 (2020): 221–232.

Trisilowati, D., Kurniasari, N.D., & Hidayati, S. Budaya Perkawinan Anak Di Madura. Madura, 2019.

Wadong, M.H. Pengantar Advokasi Dan Hukum Perlindungan Anak. Jakarta: Grasindo, n.d.

Yumami, A., & Suhartini, E. “Perkawinan Bawah Umur Dan Potensi Perceraian (Studi Kewenangan KUA Wilayah Kota Bogor.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 1, no. 26 (2018): 193–211.

Zafeer. Jurisprudenze: An Outline (International Law Book Services, 1994.

Lihat Pasal 1 Angka 26 Undang-Undang Nomor

Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,

n.d.

Lihat Pasal 1 Angka 4 Dan Angka 5 Undang-

Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, n.d.

Lihat Pasal 1 Angka 5 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, n.d.

Lihat Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, n.d.

Lihat Pasal 39 Dan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, n.d.

Lihat Pasal 47 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-

Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, n.d.

Lihat Pasal 98 Ayat (1) Instruksi Presiden Nomor

Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam, n.d.


  Article Metrics

Abstract This article has been read : 59 times
PDF file viewed/downloaded : 28 times

DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.213-222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Penelitian Hukum De Jure Indexed by :

 


Jurnal Penelitian Hukum De Jure Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License