Ratio Legis Kedudukan Hukum Pemohon dalam Pengujian Undang-Undang oleh Mahkamah Konstitusi

Dian Agung Wicaksono, Andy Omara

  Abstract


Penelitian mengenai ratio legis kedudukan hukum Pemohon dalam pengujian UU merupakan penelitian fundamental yang perlu untuk dilakukan dalam rangka mengetahui aspek sejarah hukum mengenai asal usul pengaturan mengenai kedudukan hukum Pemohon dalam pengujian UU. Temuan dari penelitian ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penelitian hukum dalam studi doktoral mengenai dinamika kedudukan hukum Pemohon pada pengujian UU oleh Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini secara spesifik menjawab pertanyaan: (a) Apa ratio legis dari pengaturan kualifikasi aktor sebagai Pemohon pada pengujian UU? (b) Apa ratio legis dari Mahkamah Konstitusi dalam merumuskan syarat kerugian konstitusional Pemohon pada pengujian UU? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan menganalisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, dan literatur yang terkait dengan doktrin kedudukan hukum dalam pengujian UU. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ratio legis dari pengaturan kualifikasi aktor sebagai Pemohon pada pengujian UU sejatinya merupakan rumusan yang dikembangkan dari PerMA 2/2002, sedangkan ratio legis dari Mahkamah Konstitusi dalam merumuskan syarat kerugian konstitusional didasarkan pada: (a) ketentuan Pasal 51 Ayat (1) UU MK secara expressis verbis; (b) doktrin the objective theory of constitutional invalidity dan doktrin a broad approach to standing; serta (c) doktrin causation dan doktrin redressability dari praktik peradilan di Amerika Serikat.


  Keywords


ratio legis; kedudukan hukum; pemohon; pengujian undang-undang; mahkamah konstitusi

  Full Text:

PDF

  References


Asikin, Amiruddin dan Zainal. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004.

Aziz, H.M. “Beberapa Catatan tentang Lahir dan Kinerja Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman Indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia 6, no. 3 (2009): 31.

Barak, Aharon. The Judge in a Democracy. New Jersey: Princeton University Press, 2009.

Bernstine, Daniel O. “A ‘Standing’ Amendment to the Federal Rules of Civil Procedure.” Washington University Law Review, no. 2 (1979): 501.

Bisariyadi. “Membedah Doktrin Kerugian Konstitusional.” Jurnal Konstitusi 14, no. 1 (2017): 26–27.

Damianagatayuvens. Pemetaan dan Analisis Kerugian Hak dan/atau Kewenangan Konstitusional dalam Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi (2003-2017). Jakarta: Indonesian Legal Roundtable (ILR), 2018.

Davis, Kenneth Culp. “Standing: Taxpayers and Others.” The University of Chicago Law Review 35, no. 4 (1968): 613.

Dorf, Michael C. “Abstract and Concrete Review.” In Global Perspectives on Constitutional Law, edited by Vikram David Amar dan Mark V. Tushnet, 8. New York: Oxford University Press, 2009.

Duve, Thomas. “Entanglements in Legal History. Introductory Remarks.” In Entanglements in Legal History: Conceptual Approaches, edited by Thomas Duve, 4. Frankfurt: Max Planck Institute for European Legal History, 2014.

Elpah, Dani. Masalah Legal Standing dalam Putusan Hak Uji Materiil Mahkamah Agung Tahun 2012 s.d. 2014 (Laporan Penelitian). Jakarta: Puslitbang Hukum dan Keadilan Mahkamah Agung RI, 2014.

Firmansyah Arifin. Menggapai Keadilan Konstitusi Suatu Rekomendasi untuk Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Jakarta: KRHN dan USAID-DRSP, 2008.

Gadner, Bryan A. Black’s Law Dictionary. 6th Editio. St. Paul: West Group, 1999.

Hadjar, A. Fickar. Pokok-Pokok Pikiran dan Rancangan Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Jakarta: KRHN dan Kemitraan, 2003.

Hoesein, Zainal Arifin. Judicial Review di Mahkamah Agung Republik Indonesia: Tiga Dekade Pengujian Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2009.

Isdiyanto, Ilham Yuli. “Menakar ‘Gen’ Hukum Indonesia sebagai Dasar Pembangunan Hukum Nasional.” Jurnal Hukum dan Pembangunan 48, no. 3 (2018): 591.

Krent, Harold J. “Laidlaw: Redressing The Law of Redressability.” Duke Environmental Law & Policy Forum 12, no. Fall (2011): 86.

Mamudji, Soerjono Soekanto dan Sri. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Umum. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.

Maruarar Siahaan. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Edisi Kedu. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

Marzuki, Peter Mahmud. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana, 2008.

Nichol, Jr., Gene R. “Causation as a Standing Requirement: The Unprincipled Use of Judicial Restraint.” Kentucky Law Journal 69, no. 2 (1980): 191–192.

Prakoso, Abintoro. Pengantar Ilmu Hukum. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo, 2017.

Pudjosewojo, Kusumadi. Pedoman Tata Hukum Indonesia. Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada, 1961.

Rahman, Irfan Nur. “Dasar Pertimbangan Yuridis Kedudukan Hukum (Legal Standing) Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Proses Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi.” Jurnal Konstitusi 8, No. 5 (2011): 798.

Rosemary, Cora Hoexter dan Lyster. “Administrative Law.” In The New Constitutional and Administrative Law, Volume II, edited by Iain Currie, 330–331. Cape Town: Juta & Company Ltd., 2002.

Saleh, K. Wantjik. Seminar Hukum Nasional 1973-1979. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1980.

Sekretariat Jenderal DPR RI. “Arsip Legislasi: Proses Pembahasan RUU tentang Mahkamah Konstitusi.” Accessed July 28, 2020. http://www.dpr.go.id/arsip/indexlg/id/739.

———. “Draft Awal RUU.” Accessed July 28, 2020. http://berkas.dpr.go.id/armus/file/Lampiran/leg_1-20200413-105535-3673.pdf.

———. “Keterangan Pengusul Atas Rancangan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi.” Accessed July 28, 2020. http://berkas.dpr.go.id/armus/file/Lampiran/leg_1-20200413-105310-1612.pdf.

———. “Laporan Panitia Khusus.” Accessed July 28, 2020. http://berkas.dpr.go.id/armus/file/Lampiran/leg_1-20200427-093800-6985.pdf.

———. “Tanggapan Fraksi-Fraksi.” Accessed July 28, 2020. http://berkas.dpr.go.id/armus/file/Lampiran/leg_1-20200413-105826-8660.pdf.

Setyono, Yoni Agus. “Sejarah Hukum.” Accessed July 21, 2020. http://staff.ui.ac.id/system/files/users/setyono/material/sejarahhukum1.ppt.

Soebechi, Imam. Hak Uji Materiil. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Soemantri, Sri. Hak Uji Material di Indonesia. Edisi Kedu. Bandung: Alumni, 1997.

Soeroso, R. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Sudikno Mertokusumo. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty, 2006.

Sukanto, Purnadi Purbacaraka dan Soerjono. Perihal Kaedah Hukum. Bandung: Alumni, 1982.

Syahrial, Jimly Asshiddiqie dan Ahmad. Peradilan Konstitusi di Sepuluh Negara. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.

The Congressional Research Service Library of Congress. The Constitution of the United States of America: Analysis, and Interpretation – Centennial Edition – Interim Edition: Analysis of Cases Decided by the Supreme Court of the United States to August 26, 2017. Washington: U.S. Government Publishing Office, 2017.

Wahidin, Samsul. Hak Menguji Materiil Menurut UUD 1945. Jakarta: Cendana Press, 1984.

Wardi, Firmansyah Arifin dan Julius. Merambah Jalan Pembentukan Mahkamah Konstitusi di Indonesia. Jakarta: Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), 2002.

Yamin, Muhammad. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945 Jilid I. Jakarta: Prapanca, 1959.

Ferreira v Levin NO and Others; Vryenhoek and Others v Powell NO and Others 27–29 (1995).

Flast et al. v. Cohen, Secretary of Health, Education, and Welfare, et al., 392 U.S. 83 (1968).

Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 2000 tentang Komisi Ombudsman Nasional. Republik Indonesia, 2000.

Lujan v. Defenders of Wildlife, 504 U.S. 555 (1992).

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1993 tentang Hak Uji Materiil. Republik Indonesia, 1993.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1999 tentang Hak Uji Materiil. Republik Indonesia, 1999.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Wewenang Mahkamah Konstitusi oleh Mahkamah Agung. Republik Indonesia, 2002.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-I/2003 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2003).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 006/PUU-III/2005 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2005).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 010/PUU-III/2005 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2005).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 011/PUU-V/2007 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 56 Prp Tahun 1960 tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2007).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 024/PUU-I/2003 Perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2003).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 061/PUU-II/2004 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (2004).

Simon v. Eastern Kentucky Welfare Rights Organization, 426 U.S. 26 (1976).

Singleton v. Wulff, 428 U.S. 106 (1976).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Republik Indonesia, 1945.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. Republik Indonesia, 1970.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung. Republik Indonesia, 1985.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Republik Indonesia, 2003.

Warth v. Seldin, 422 U.S. 490 (1975).

Zantsi v Council of State, Ciskei and Others 5 (1995).


  Article Metrics

Abstract This article has been read : 2138 times
PDF file viewed/downloaded : 930 times

DOI: http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.487-510

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Hukum De Jure

Jurnal Penelitian Hukum De Jure Indexed by :

 


Jurnal Penelitian Hukum De Jure Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0)