Indonesia di Persimpangan: Urgensi “Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender” di Indonesia Pasca Deklarasi Bersama Buenos Aires Pada Tahun 2017

Indra Kusumawardhana, Rusdi Jarwo Abbas

Abstract


Pasca Deklarasi Bersama Buenos Aires tentang Perdagangan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan pada Desember 2017 silam, keterlibatan Indonesia kembali menjadikannya berada dipersimpangan jalan. Jika merujuk pada kenyataan bahwahingga kini Indonesia belum memiliki Undang - Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (UU-KKG), polemik kesetaraan dan keadilan gender tetap menjadi sebuah tugas yang jauh dari kata usai untuk Indonesia terutama dalam konteks penjaminan Hak Asasi Manusia. Padahal, substansi Deklarasi Bersama Buenos Aires adalah penekanan terhadap kesetaraan dan keadilan gender pada aktifitas ekonomi, dalam konteks tersebut, kajian ini dirajut dalam rangka mengangkat kembali urgensi UU-KKG, terutama dalam kaitan pemberdayaan ekonomi perempuan pasca Deklarasi Buenos Aires. Pertanyaan utama yang diajukan adalah mengapa UU-KKG penting bagi Indonesia pasca keterlibatannya di dalam Deklarasi Buenos Aires? Menggunakan pendekatan globalisasi ekonomi, hak asasi manusia, dan perspektif gender; serta menggunakan metodologi kualitatif dalam menganalisis permasalahanurgensi Undang-UndangKesetaraan dan Keadilan Gender setelah Indonesia terlibat di dalam Deklarasi Bersama Buenos Aires tentang Perdagangan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan.


Keywords


Globalisasi Ekonomi, Hak Asasi Manusia, Kesetaraan dan Keadilan Gender, Indonesia, World Trade Organization

Full Text:

PDF

References


Buku dan Artikel Jurnal

Abbott, K.W. Development policy in the new millennium and the Doha ‘Development Round’. Asian Development Bank, (2003).

Arivia, Gadis. Kebijakan Publik Dalam Pendidikan. Sebuah Kritik Dengan Perspektif Gender. Jurnal Perempuan No.23. 2002. h.83-94

Badan Pusat Statistik, 2011. Laporan Studi Kualitatif Partisipasi Perempuan Dalam Politik.

Bakry, Umar Suryadi. "Metode Penelitian Hubungan Internasional." (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016).

Bemmelan, Sita Van. Isu Gender di Bidang Pendidikan. Semiloka Pengarusutamaan Gender Bagi Para Perencana di Lingkungan Pendidikan Nasional Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. 2002. h.9.

Bemmelen, Sita, and Mies Grijns. "Competing Gender Identities after Reformasi?" ANTROPOLOGI INDONESIA 30.1 (2006).

BENEDEK, W. "Understanding human rights: manual on human rights education Antwerpen: Intersentia." NOTES 1 (2006):147.

Benedek, Wolfgang, Koen De Feyter, and Fabrizio Marrella, eds. Economic Globalisation and Human Rights: EIUC Studies on Human Rights and Democratization. Cambridge University Press, 2007.

Chen, S., and M, Ravallion. (2007). Absolute poverty measures for the developing world, 1981- 2004, World Bank Policy Research Working Paper No. 4211.

Correia, Maria C., and Ian Bannon. "Gender and its discontents: Moving to men-streaming development." The other half of gender: Men’s issues in development (2006): 245-260.

Deveaux, Monique. Gender and justice in multicultural liberal states. Oxford University Press, 2007.

De Beauvoir, Simone. The second sex. Random House, 2014.

Feenstra, R.C., dan G.H. Hanson. (1999). The impact of outsourcing and high-technology capital on wages: Estimates for the U.S., 1979-1990, Quarterly Journal of Economics, 114(3).

Gallaway, Julie H., and Alexandra Bernasek. "Gender and informal sector employment in Indonesia." Journal of Economic Issues 36, no. 2 (2002): 313-321.

Held, David. & McGrew A. 1998, “The end of the old order?” Review of International Studies, vol.24.

Hoque, Uzma S. "Summary of Indonesia's Gender Analysis." (2015).

Koentjaraningrat. Kebudayaan, mentalitet, dan pembangunan: bungarampai. Gramedia, 1974.

Kusumawardhana, Indra. "DARI INTERNASIONALISME KE GLOBALISASI: WHAT NEXT?" Jurnal Populis 2, no. 3 (2017).

Kusumawardhana, Indra. "GLOBALISATION AND STRATEGY: NEGARA, TERITORI DAN KEDAULATAN DI ERA GLOBALISASI." Ilmu dan Budaya 40, no. 54 (2018).

Naskah Akademis RUU KKG (Kesetaraan dan Keadilan Gender), Tim Kerja PUU-Deputi Perundang-undangan DPR RI, 24 Agustus 2011, hlm. 11

Nieuwenhuis, Djajadiningrat. “Ibuism and Priyayization: Path to Power?” di dalam buku editan Elsbeth Locher-Scholten and Anke Niehof (eds) Indonesian Women in Focus Foris Publications: Holland-USA. 1987.

Oakley, Anne. "Sex, gender andsociety." London: Temple Smith (1972).

Okin, Susan Moller. "Justice and gender: An unfinished debate." Fordham L. Rev. 72 (2003): 1537.

Okungbowa, F.O.E., dan Eburajolo, O.C. (2014). Globalization and poverty rate in Nigeria: An empirical analysis. International Journal of Humanities and Social Science, 4(11): 126-135.

Oyewale, I.O., dan Amusat, W.A. (2013). Impact of globalization on poverty reduction in Nigeria. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, 4(11).

Ozcan, G., Kar, M. (2016). Does foreign trade liberalization reduce poverty in Turkey? Journal of Economic and Social Development, 3(1): 157-173.

Prakash, A., Hart, J., ‘Introduction’ in Prakash, A., Hart, J. (eds.), Globalization and Governance (London: Routledge, 1999): 1–24

Siahaan, Asima Yanti. 2002. “Decentralisation in Indonesia: Bringing Governance toWomen.” Paper Presented at DevNet Conference, Massey University, NewZealand.

Shiva, Vandana. "Food rights, free trade, and fascism." Di dalam Globalizing Rights: The Oxford Amnesty Lectures (1999), ed. Matthew Gibney (Oxford: Oxford University Press), hal 87-108.

Suryakusuma, Julia. 1996. The State and Sexuality in The New Order Indonesia in Sears, Laurie J. ed. Fantasizing the Feminism in Indonesia Duke University Press: Durham& London.

Susiana, Sali. "URGENSI UNDANG-UNDANG TENTANG KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER." Kajian 19.3 (2016): 219-234.

Sutandyo Wignjosoebroto, “Hukum Konsep dan Metode”, (Malang: Setara Press, 2013), hlm. 130

Soemartono, Triyuni. Peran Pemerintah Dalam Pemberdayaan Perempuan. Yayasan Budi Arti, 2014.

Hadi, Syamsul, Dominikus Dolet, Jerry S. Manuel, and S. B. Khrisna. Strategi pembangunan Mahathir dan Soeharto: politik industrialisasi dan modal Jepang di Malaysia dan Indonesia. Pelangi Cendekia, 2005.

Retno, Wulandari. 2010.Budaya Hukum Patriarki v. Feminis. Jurnal Hukum Dosen Tetap pada Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Twyford, P. (2003). Does trade liberalisation exacerbate or reduce poverty? Trade and globalization in the lead up to the Cancun Ministerial. Address to Council for International Development (CID) Trade Forum. Oxfam International. Landon.

Sumber Online:

Apwld.org, n.d. http://apwld.org/press-release-164-womens-rights-groups-call-on-governments-to-reject-the-wto-declaration-on-womens-economic-empowerment/

Doha Work Programme – Decision Adopted by the General Council on 1 August 2004, WTO Doc.WT/L/579 of 2 August 2004, available at http://www.wto.org/english/tratop_e/dda_e/ddadraft_31jul04_e.pdf (diakses: 20 Juni 2018).

Kemendagri.go.id. http://www.dukcapil.kemendagri.go.id/laporan. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

Koalisiperempuan.or.id, 2013. http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/04/DRAF-RUU-KKG-Panja-9-desember-2013-ke-Baleg.pdf.Terakhir akses 06 Juni 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

UN, n.d. http://www.un-documents.net/a37r63.htm. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

Country Gender Profile: Indonesia, Final Report, Japan International Cooperation Agency. 2011. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

UN.org, 2016. https://sustainabledevelopment.un.org/about. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

UNDP, n.d. http://hdr.undp.org/en/composite/GDI. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

BPS, n.d. https://www.bps.go.id/website/pdf_publikasi/watermark%20_Laporan%20Studi%20Kualitatif%20Partisipasi%20Perempuan%20dalam%20Politik.pdf.diakses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

BPS, n.d. https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/983. Terakhir akses 06 November 2016, Pada Pukul 20.00 WIB.

Indonesia Economic Outlook, n.d. http://www.focus-economics.com/countries/indonesia. Terakhir akses 20 Juni 2018, Pada Pukul 20.00 WIB.

WTO.org, 2017. https://www.wto.org/english/news_e/news17_e/mc11_12dec17_e.htm, terakhir akses 20 Juni 2018




DOI: http://dx.doi.org/10.30641/ham.2018.9.153-174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal HAM Indexed by :

   


Jurnal HAM Statistic
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License